8 Pertanyaan Bagi Anda Yang Ingin Membangun Sebuah Bisnis


Untuk usaha yang sudah berjalan dan terkenal dengan salah satu produk atau jasanya, umumnya mereka tak mengalami kesulitan dalam memilih strategi menetapkan posisi untuk mengejar segmen baru. Namun bagi Anda sebagai pemula bisnis taklah semudah itu. Sayangnya, mudahnya secara teori memilih strategi menetapkan posisi dan mudahnya pula mendapatkan modal yang cukup, ternyata membuat semangat seorang pemula bisnis begitu menggebu-gebu untuk segera memulai bisnisnya sendiri. Lalu apa yang terjadi kemudian ?

Sebagai pemula bisnis, tentunya akan mengalami beberapa kali kegagalan. Dan ceritera seperti itu sudah banyak. Salah satu tenggelamnya usaha adalah akibat kehabisan modal, itulah permasalahan utama yang sering terjadi. Padahal sebagai pemula masih begitu sangat bersemangat untuk terus menjalankan usaha baru. Namun ketidak kesediaan dari pemilik modal untuk menambahkan modalnya lagi, membuat usaha ini dengan sendirinya akhirnya berhenti.

Modal itu bukannya kita gunakan untuk menjalankan model bisnis yang sehat, tapi malah kita gunakan untuk pembelajaran, untuk mencari pengalaman. Itulah yang harus tekankan, kerana itu  perlunya pengalaman usaha untuk menguji kemampuan dan ide-ide Anda sebelum Anda membangun bisnis Anda sendiri.

Sebagai pemula bisnis, Anda harus bisa mengimformasikan posisi produk Anda sehingga konsumen dapat dengan cepat dan mudah mengingat ketimbang produk pesaing. Setiap usaha Anda, harus membedakan tawarannya dengan membangun sejumlah keunggulan bersaing yang dapat menarik kelompok lebih besar dalam segmen usaha Anda. Itu adalah pekerjaan yang membutuhkan pengalaman. Untuk itu cobalah Anda bertanya pada diri anda sendiri sebelum memutuskan untuk memulai bisnis.

1. Pelanggan.

Siapa pelanggan Anda? Apa yang mereka lakukan untuk hidup? Di mana Anda dapat menemukan kelompok-kelompok dari mereka? Berapa banyak dari mereka yang ada?

2. Soal Target.

Sudahkah Anda mengidentifikasi tingkat kesulitan untuk target pelanggan Anda? Apakah mereka sedang melakukan sesuatu untuk mencoba dan mengatasinya?

3. Solusi.

Apakah solusi Anda untuk memecahkan masalah pelanggan Anda? Apakah mereka bersedia membayar harga yang ditunjuk untuk solusi Anda?

4. Kompetisi.

Siapa lagi yang memberikan solusi ini? Apa keunggulan kompetitif Anda? Bagaimana mengukur kekuatan pesaing ? Bagaimana solusi Anda membuat sulit bagi pelanggan untuk pergi?

5. Media penjualan.

Bagaimana Anda akan menjual produk / jasa Anda? Apakah secara Online? Di dalam penjualan? Penjualan di luar? Distribusi?

6. Pasokan.

Bagaimana Anda akan menghasilkan produk atau memberikan layanan Anda? Apa jenis infrastruktur atau persediaan yang Anda butuhkan untuk menangani 1.000 pelanggan? 10.000 pelanggan?

7. Human Capital.

Apakah Anda atau seseorang dalam tim Anda memiliki keahlian industri di pasar ini? Apakah Anda atau seseorang dalam tim Anda memiliki keterampilan kepemimpinan yang diperlukan untuk memimpin perusahaan ini dalam hal pengembangan produk, penjualan, pemasaran, keuangan, dll?

8. Financial.

Berapa banyak pelanggan yang Anda butuhkan sampai Anda mencapai profitabilitas sasaran? Adalah bahwa sejumlah realistis dengan sumber daya yang tersedia? Apa kunci untuk meningkatkan pendapatan?

Intinya memang tak ada usaha yang tak memiliki resiko. Namun jika Anda belum siap dengan hal-hal diatas, kenapa tak bekerja saja pada seseorang yang memiliki usaha, seseorang yang akan memberikan peluang untuk Anda mendapatkan pengalaman, keahlian, keterampilan..

Semoga bermanfaat
Salam

Kaffah.biz